Berdirinya Panti Asuhan

Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri

Bila kita melihat anak-anak berkeliaran di jalan, di stasiun-stasiun, di bus-bus, ataupun di kereta api ekonomi, apa yang ada di pikiran kita?? Kasihankah atau jijikkah kita melihat mereka?? Berbagai perasaan hinggap dalam diri kita, lalu tindakan apa yang bisa kita perbuat?? Kami yakin, kita semua pasti ingin mereka tidak lagi berada di tempat-tempat itu, kita ingin mereka mendapat tempat dan pendidikan yang layak bukan?

Siang itu kami sedang menumpang sebuah angkot dalam kota Jakarta, menuju stasiun Jatinegara, dalam perjalanan, kami banyak menemukan anak-anak usia 5-8th, mencari uang dengan mengamen hanya dengan bermodalkan ecek-ecek ( tutup botol yang di gepengkan ) dalam benak kami, kami bertanya dimanakah orang tua mereka? begitu tegakah mereka melihat anak-anaknya berkeliaran di jalan, tidak takutkah mereka jika anaknya mengalami kecelakaan?? Banyak pertanyaan yang ada dalam benak kami, hingga tak terasa kami sudah sampai di depan stasiun Jatinegara, setelah membeli karcis, masuklah…… kami kedalam stasiun.

Waktu itu kira-kira pukul 12.30siang,  bertambah kagetnya kami……. begitu banyak anak-anak yang berkeliaran di stasiun, ada yang kakinya penuh koreng, ada yang lututnya sobek ( mungkin di karenakan jatuh ), dengan keberanian hati yang kami miliki ahkirnya kami berusaha mendekati mereka, kami panggil mereka, mengajak makan mereka untuk bisa mengobrol banyak dengan mereka, dengan kepolosan mereka, mereka malah bertanya duluan kepada kami……“ kakak asalnya dari mana? Dan ini mau kemana?? Sebelum kami menjawab kami juga menayakan hal yang sama kepada mereka, disaat kami menanyakan di mana orang tua mereka, anak anak itu dengan polosnya menjawab…… “ kami tidak tahu di mana sekarang mereka tinggal, ada yang menjawab kami di suruh orang tua untuk mencari uang, lalu kami bertanya lagi kenapa kalian tidak sekolah?? Ada yang menjawab “ untuk apa sekolah kak, kalo ahkirnya jadi seperti ini juga, tapi ada juga yang menjawab “ kami ingin sekolah tapi kami tidak ada biaya, untuk makan kami sendiri aja udah susah, kami pernah 3hari, kami tidak makan apapun, mendengar jawaban seperti itu, tiba tiba tak terasa air mata ini mengalir, kami peluk mereka satu-satu seperti kami memeluk adik sendiri. Tidak ada rasa jijik saat memeluk mereka. Yang ada waktu itu hanya rasa kasih,  bagaimana kami dapat  menolong mereka?

Hingga tak terasa kereta api ekonomi yang akan membawa kami ke malang  sudah tiba. Sesampai di malang kami langsung menghadap Pimpinan dan mengutarakan keinginan kami untuk hidup bersama anak-anak jalanan yang kami ceritakan.

Seminggu kemudian pimpinan memberikan ijin kepada kami untuk mencoba hidup bersama mereka.   Dengan hanya bemodalkan kebulatan hati untuk melayani, berangkatlah kami menuju Jakarta kembali, sesampai di Jakarta kami mulai mencari rumah kontrakan. Berkat doa Novena dan di bantu oleh keluarga Bp. Benediktus Suyono ahkirnya tepat tanggal 27 Maret 2007,  kami mendapatkan sebuah rumah yang cukup besar dan kami beri nama rumah itu PELAYANAN KASIH BHAKTI MANDIRI. ( Tanggal 27 Maret kami jadikan lahirnya PA. Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri ) Kami ingin melayani mereka dengan penuh kasih penuh cinta dan penuh penyerahan diri.

” Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah   Kuperbuat kepadamu “. (Yoh 13 : 15 ).

MOTTO

PENGORBANAN KRISTUS MENJIWAI SEMANGAT DALAM PELAYANAN

VISI

Kesejahteraan sosial masyarakat adalah wujud dari Pelayanan Cinta Kasih

MISI

1. Membantu kaum miskin,  dan terlantar yang kurang mendapatkan cinta kasih

2. Mengembangkan dan menjiwai berbagai bentuk cinta kasih yang mengabdi seperti,  membina, merawat, dan mendidik menjadi pribadi yang mandiri

3. Mengubah mentalitas masyarakat terhadap kaum miskin, dan terlantar

4. Mengadakan kontak secara sistematis dengan perencanaan yang seluas mungkin dengan semua penduduk berdasarkan atas pekerjaan dan tugas mereka, khususnya mereka yang miskin, dan terlantar.

Tujuan
· Mengembangkan Misi Iman dan Misi Kasih di tengah masyarakat
· Melayani orang miskin, cacat, terlantar dan hidup dalam kebersamaan dengan mereka
· Membentuk umat Allah, khususnya kaum awam dalam pernyataan Injil dan membawa mereka ke partisipasi yang  lebih penuh dalam perwujudan Injil untuk kaum miskin, cacat dan terlantar.

Video Berdiri nya Panti Asuhan

Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri